RSS

Seorang Pemuda Bawa Bom ke Mal, Ditangkap

07 Agu

[ Jum’at, 06 Agustus 2010 ]
Seorang Pemuda Bawa Bom ke Mal, Ditangkap
Bum! Warga Panik, Kapoltabes Bilang Peledak Telah Dijinakkan

BATAM – Karyawan dan pengunjung Diamond City (DC) Mal, Jodoh Baru, Batam, geger. Gara-garanya, seorang pemuda membawa ransel yang dikatakan berisi bom. Dia menuju kantor pengelola mal dan mengancam meledakkan pusat perbelanjaan tersebut.

“Kepada salah satu staf kami, dia minta uang Rp 100 juta. Dia bilang di ranselnya ada bom dan mengancam meledakkan mal ini bila permintaannya tidak dipenuhi,” tutur Muktar Moni, chief sekuriti DC Mal, kemarin (5/8).

Drama teror bom itu berawal saat seorang pemuda masuk mal dari pintu 1 di sisi timur mal terbesar di Jodoh tersebut. Dengan memanggul ransel di punggung, pemuda yang belakangan diketahui bernama Julfrenain Gultom itu bergegas masuk supermarket di lantai dasar mal. Di sana dia menghampiri seorang karyawan dan menanyakan letak kantor pengelola DC Mal.

Setelah diberi tahu, dia langsung ke kantor pengelola mal di lantai basement. Kepada staf perempuan di ruang tersebut, dia menunjukkan sesuatu yang dilakban cokelat serta dilapisi kabel merah dan hijau. “Bu, tolong panggilkan saya polisi. Ini bom, cepat berikan Rp 100 juta itu atau kuledakkan tempat ini,” ujar si pemuda seperti yang ditirukan Muktar.

Khawatir barang itu benar-benar bom, staf yang tak disebutkan identitasnya tersebut langsung menghubungi Muktar yang berada di kantor sekuriti. Jarak antara kantor sekuriti dan kantor pengelola mal sekitar delapan meter. Bersama tiga anggota, Muktar langsung menyergap pemuda itu dan membekuknya.

“Dia tidak melawan atau berusaha lari,” kata Muktar. Saat itu jam telah menunjukkan pukul 11.00. Sejauh itu tak seorang pun pengunjung dan karyawan mal tahu ada teror bom di ruang basement.

Kapolsekta Lubukbaja AKP Didik Erfianto dan jajarannya segera datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melapor ke Mapolresta Barelang. Hanya beberapa menit kemudian, Kapolresta Barelang Kombespol Eka Yudha Satriawan dan anggotanya tiba di TKP. Mereka langsung berkoordinasi dengan tim gegana Brimob Polda Kepri untuk menurunkan tim penjinak bom (jibom).

Sekitar pukul 12.00 Julfrenain digiring anggota buru sergap Polresta Barelang ke mobil patroli yang parkir di basement. Proses evakuasi itu juga tak diketahui pengunjung mal dan para tenant. Suasana mal tetap normal. Ratusan pengunjung yang memadati mal itu tak terusik karena polisi dan sekuriti mal tidak menunjukkan sikap aneh.

Situasi baru berubah pada pukul 12.15 saat mobil Gegana Satbrimobda Kepri melaju kencang di pintu timur mal. Suara sirene mobil itu mengagetkan pengunjung. Mal mendadak geger. Pengunjung berlarian dari lantai tiga saat manajemen minta pemilik kendaraan yang parkir di basement mengeluarkan kendaraan mereka.

“Ada apa ini? Kok ramai betul? Kenapa kita disuruh memindahkan motor,” tanya Arif, salah seorang pengunjung, kepada pengunjung lain yang juga tampak bingung.

Pengunjung mulai panik dan berhamburan keluar. Upaya pengelola mal menenangkan pengunjung tak berhasil. Apalagi, para tenant juga memilih tutup. Situasi kian tak terkendali.

Sementara itu, delapan anggota penjinak bom berusaha menangani ransel yang disebut berisi bom tersebut. Dengan mengenakan pakaian pelindung, dua petugas berusaha mendekati ransel berisi “bom” yang disimpan di ruang sekuriti.

Dipimpin Iptu Ketut Yoga, operator jibom mengikat ransel tersebut lalu menariknya keluar. Ratusan warga yang penasaran diminta menjauh dan mencari tempat perlindungan. “Masyarakat diharap menjauh. Jangan ada yang mendekat,” imbau Ketut Yoga.

Bukan hanya warga, Kapolresta Barelang dan jajarannya pun ikut menjauh dan bersembunyi di balik tembok mal. “Hitung mundur dari lima segera dimulai. Warga diminta menjauh. 5, 4, 3, 2, 1,” teriak Ketut.

Tiba-tiba, bum! Material dalam ransel itu terbelah. Saat itu waktu tepat menunjukkan pukul 14.00. “Sudah aman. Bomnya telah dijinakkan,” tutur Eka Yudha setelah suara ledakan berhenti.

Berdasar analisis sementara, kata Kapolresta, tas itu berisi beberapa material bom. Tapi, belum dipastikan apa saja material bom itu. “Bom ini jenis low explosive,” katanya.

Kapolresta Barelang Kombespol Eka Yudha mengatakan, pihaknya belum memastikan motif di balik insiden tersebut. Bahan bom itu juga belum dipastikan karena masih diuji tim gegana Brimobda Kepri. “Pelakunya sudah diamankan. Dia memang meminta uang Rp 100 juta dari pengelola. Tapi, motifnya belum dipastikan,” katanya. (spt/jpnn/c2/soe)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Agustus 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: